Feed on
Tulisan
Komentar

Biar Ku Bakar Lagi

P.S: Ini postingan sampah. Isinya dipenuhi kegelisahan saya (tadinya saya mau marah-marah di blog ini, tapi ya ga pantes lah). Isi tulisan ini akan berbau curhat gitu deh. Bila anda tak suka, maka tidak usah melanjutkan membaca. Thx :D

———————

keramaian itu mulai terdengar sayup-sayup. Tak seperti beberapa waktu lalu ketika banyak teriakan dan pekik berkumandang. Momen itu sudah jadi soal-soal lalu begitu saja. Atau memang sudah jadi watak kita (Indonesian) untuk cepat lupa. Di mana suara-suara itu? Suara-suara yang menolak makin sedikit, yang setuju apalagi. Semuanya nyaris membisu, tak terdengar lagi.
eh… sebenarnya apa sih yang mau saya sampaikan? Itu loh, soal

Lanjut Baca »

Kita dan Candu

Lama sudah, aKu tidak berkunjung ke dunia maya. Tempo hari terpaksa harus dirumah saja. Beberapa hari yang menyebalkan. Sakit itu menderaku berhari-hari. Gejala tifus (baca: penyakit langgananku) kambuh lagi. Wajar memang, karena hampir tiap hari dalam semingguan, aku rutin menyantap gorengan dan makan mie. Mie ayam terutama (dengan saos dan sambalnya yang buaanyak). Aku sadar bahwa kalau terus makan makanan seperti itu berpotensi mendatangkan penyakit. Dan benar saja. Aku jadi sakit. Tapi mau bagaimana lagi. Aku kadung suka yang seperti itu. Ya mungkin sudah mencandu.
Candu itu tidak selau identik dengan narkotik dan obat-obatan terlarang saja, tetapi segala juga hal yang membuat kita ketagihan dan ketergantungan padanya. Ada temanku, sulit sekali lepas dari kebiasaan merokok. Baginya mending ga makan seharian, ketimbang tidak ketemu batang tembakau itu. Lain lagi kisah anak tetanggaku yang sudah candu main PS (PlayStasion). Ia bisa duduk tenang berjam-jam di depan layar sambil jemarinya terampil bergerak di atas tombol permainan. Dan mungkin untuk beberapa orang aktivitas korupsi sudah menjadi semacam candu. Itu membuat orang tergantung padanya. Sekali, duakali mungkin khilaf, tapi bila berlanjut terus akan menjadi nikmat dan membuat ketagihan.
Nah, bagaimana dengan anda? Anda mencandu pada sesuatu? (silahkan sharing di sini) :D

Pernah mendengar pernyataan “Negera tidak bisa mengintervensi keyakinan orang” atau mendengar “kita tidak sepantasnya menghakimi keyakinan dan pemikiran orang lain”. Yah.. pernyataan serupa itu banyak dan makin banyak semenjak usulan sejumlah pihak untuk membubarkan Ahmadiyyah.

***

Bila negara tidak melarang orang untuk meyakini atau beragama apa pun, tentunya seharusnya Negara juga tidak perlu melarang orang yang tidak beragama (a.ka. atheis).

Lanjut Baca »

Ngobrolin Ngobrol

Itu pagi yang cerah. Mobil dan motor seliweran kesana-kemari. Bis-bis saling ‘bantai’, menggaet ’sewa’ (baca:penumpang). Udara pagi itu sudah tak segar lagi. Asap-asap knalpot belepotan ke mena-mana. Aku seperti dijejali racun. Sabar… pikirku. Aku berharap bis yang kutunggu segera tiba.

Alih-alih memikirkan udara kotor, aku alihkan saja pandangan ku. Seperti biasa aku memulai mengobservasi orang-orang sekitar. Haha… ber-ubahlah aku seketika menjadi psikolog amatiran. Memperhatikan raut wajah orang dan menerka apa yang sedang mereka rasakan atau pikirkan, merupakan hal menyenangkan loh.

Di depan ku itu ada seorang perempuan. Anak kuliahan gitu deh. Aku lihat sedari tadi ia menelepon. Asik banget deh kayaknya. Bertelepon-ria ia sambil tersenyum-senyum, dan kadang terbahak-bahak. Untung saja ga bikin se-isi halte heboh. Entah siapa yang sedang ia telepon, mungkin pacar atau sahabat karibnya. Sekarang sudah 15 menit berlalu dan ia masih asik ngobrol (kayaknya lebih deh).

Lanjut Baca »

Saya ucapkan selamat hari Kartini kepada wanita se-Indonesia.

Semoga sekarang dan untuk masa akan datang, wanita tidak lagi terjebak pada minimnya pilihan hidup. Semoga wanita mendapatkan kebebasan atas berbagai pilihan yang ingin mereka ambil, sekaligus menjadi lebih bijak dalam mengambil keputusan hidup.

————-

Kartini oh… Kartini.

Lanjut Baca »

Mereka Bilang Saya Blogger

Kamu itu orang apa?

Jawaban dari pertanyaan sederhana di atas bisa banyak sekali dan beragam. Kemungkinan secara spontan anda akan menjawab daerah asal anda, misalnya: oo…, saya dari Bandung. Atau anda akan menjawab; saya orang Indonesia (ketika bertemu dengan asing ). Mungkin anda menjawab: saya sekeluarga orang NU. Anda juga bisa yang menjawab terkait Ras bangsa: Saya orang Melayu. Mungkin juga anda yang menjawab: saya ini orang tua atau menjawab lah wong saya ini orang gila. hahaha :D Malahan ada yang menjawab: orang saya blogger weqz… ^^

Lanjut Baca »

Older Posts »