<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: cuiih&#8230;! &#8216;Filsafat&#8217; Tai Kucing</title>
	<atom:link href="http://dijenorie.wordpress.com/2008/03/26/cuiih-filsafat-tai-kucing/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dijenorie.wordpress.com/2008/03/26/cuiih-filsafat-tai-kucing/</link>
	<description>Fighting Spirit</description>
	<lastBuildDate>Mon, 26 Oct 2009 05:15:43 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Irfani Latif</title>
		<link>http://dijenorie.wordpress.com/2008/03/26/cuiih-filsafat-tai-kucing/#comment-586</link>
		<dc:creator>Irfani Latif</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Nov 2008 07:16:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dijenorie.wordpress.com/?p=96#comment-586</guid>
		<description>Bagian I :
Filusuf sejati pada akhirnya akan menemukan kebradaan Tuhan, atau ia takkan menemukannya sama sekali...

Bagian II :
Sesungghnya di dunia ini yang memang paling luas adalah alam pemikiran, karena di dalamnya kita bisa berpikir bebas, dan berpendapat apapun....
Namun dalam hidup kita ada batasan, yaitu sang waktu yang tak pernah bisa mundur sejengkalpun, sisa umur adalah suatu keniscayaan seperti hitungan mundur bom waktu... Hingga pada akhirnya kita harus menentukan akan menjadi apa kita, sebelum sisa waktu itu habis...

Bagian III:
Sesungguhnya dalam hati setiap manusia ada sisi baik dan ada sisi buruk...
Tinggal siapa yang lebih kuat akan berkuasa...

_____________________

semoga kita bisa menemukan &lt;i&gt;kebenaran&lt;/i&gt; sebelum waktu kita habis...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bagian I :<br />
Filusuf sejati pada akhirnya akan menemukan kebradaan Tuhan, atau ia takkan menemukannya sama sekali&#8230;</p>
<p>Bagian II :<br />
Sesungghnya di dunia ini yang memang paling luas adalah alam pemikiran, karena di dalamnya kita bisa berpikir bebas, dan berpendapat apapun&#8230;.<br />
Namun dalam hidup kita ada batasan, yaitu sang waktu yang tak pernah bisa mundur sejengkalpun, sisa umur adalah suatu keniscayaan seperti hitungan mundur bom waktu&#8230; Hingga pada akhirnya kita harus menentukan akan menjadi apa kita, sebelum sisa waktu itu habis&#8230;</p>
<p>Bagian III:<br />
Sesungguhnya dalam hati setiap manusia ada sisi baik dan ada sisi buruk&#8230;<br />
Tinggal siapa yang lebih kuat akan berkuasa&#8230;</p>
<p>_____________________</p>
<p>semoga kita bisa menemukan <i>kebenaran</i> sebelum waktu kita habis&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: sprot</title>
		<link>http://dijenorie.wordpress.com/2008/03/26/cuiih-filsafat-tai-kucing/#comment-560</link>
		<dc:creator>sprot</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Oct 2008 17:11:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dijenorie.wordpress.com/?p=96#comment-560</guid>
		<description>well, gue sih percaya kalo setan dan iblis itu beneran ada. (bukan setan kuntilanak, tapi setan yang bikin hati manusia jadi jahat n tengil). tapi kalo setan ada, berarti kan harusnya tuhan itu juga ada? ya ngga sih?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>well, gue sih percaya kalo setan dan iblis itu beneran ada. (bukan setan kuntilanak, tapi setan yang bikin hati manusia jadi jahat n tengil). tapi kalo setan ada, berarti kan harusnya tuhan itu juga ada? ya ngga sih?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Soliloquy#1 &#171; tulissutan</title>
		<link>http://dijenorie.wordpress.com/2008/03/26/cuiih-filsafat-tai-kucing/#comment-547</link>
		<dc:creator>Soliloquy#1 &#171; tulissutan</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Aug 2008 08:12:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dijenorie.wordpress.com/?p=96#comment-547</guid>
		<description>[...] pagi tadi saya membaca &#039;gugatan&#039; kepada Tuhan dan kehidupan yang semangatnya hampir serupa, tulisan dijenorie di wordpress. Tolonglah, jangan labeli kami yang bertanya ini dengan label macam-macam. Semua ini [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] pagi tadi saya membaca &#8216;gugatan&#8217; kepada Tuhan dan kehidupan yang semangatnya hampir serupa, tulisan dijenorie di wordpress. Tolonglah, jangan labeli kami yang bertanya ini dengan label macam-macam. Semua ini [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: aombandung</title>
		<link>http://dijenorie.wordpress.com/2008/03/26/cuiih-filsafat-tai-kucing/#comment-224</link>
		<dc:creator>aombandung</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Apr 2008 18:02:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dijenorie.wordpress.com/?p=96#comment-224</guid>
		<description>Tidak kaget, karena pemikiran/logika  tidak pernah dibatasi waktu dan ruang apalagi sorban dan kain panjang yang menempel dibadan. Logika memang diciptakan untuk digunakan sebagai media mencari kebenaran selain media pengalaman/empiris. Tampaknya tuhanpun selalu menantang kita untuk menggunakan logika agar memahami dan tidak memahami eksistensinya. Apabila kita gunakan media empiris, berarti kita harus menuntut pada tuhan agar kita diberi hidup dua kali  untuk mengabarkan ada tidaknya eksistensi Tuhan...!

Perasaan skeptis pada tuhan memang harus ditanamkan pada diri agar potensi logika manusia tidak mati hanya karena manut pada ulama atau pendeta......!Mari kita lepas  baju  dogma-dogma, agar blog-blog berkembang karena keanekaragaman logika.. oke ?

&lt;blockquote&gt;
&lt;strong&gt;norie: &lt;/strong&gt;&lt;em&gt;Sepakat, logika seharusnya membuat kita kaya akan wawasan. Bahkan dengan logika keimanan itu bisa menjadi makin mantap. Namun saya merasa miris ketika beberapa orang hanya memaknai logika secara sempit (sebatas logika barat; aristoteles, plato dsb.) &lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak kaget, karena pemikiran/logika  tidak pernah dibatasi waktu dan ruang apalagi sorban dan kain panjang yang menempel dibadan. Logika memang diciptakan untuk digunakan sebagai media mencari kebenaran selain media pengalaman/empiris. Tampaknya tuhanpun selalu menantang kita untuk menggunakan logika agar memahami dan tidak memahami eksistensinya. Apabila kita gunakan media empiris, berarti kita harus menuntut pada tuhan agar kita diberi hidup dua kali  untuk mengabarkan ada tidaknya eksistensi Tuhan&#8230;!</p>
<p>Perasaan skeptis pada tuhan memang harus ditanamkan pada diri agar potensi logika manusia tidak mati hanya karena manut pada ulama atau pendeta&#8230;&#8230;!Mari kita lepas  baju  dogma-dogma, agar blog-blog berkembang karena keanekaragaman logika.. oke ?</p>
<blockquote><p>
<strong>norie: </strong><em>Sepakat, logika seharusnya membuat kita kaya akan wawasan. Bahkan dengan logika keimanan itu bisa menjadi makin mantap. Namun saya merasa miris ketika beberapa orang hanya memaknai logika secara sempit (sebatas logika barat; aristoteles, plato dsb.) </em></p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: 1heart4love</title>
		<link>http://dijenorie.wordpress.com/2008/03/26/cuiih-filsafat-tai-kucing/#comment-202</link>
		<dc:creator>1heart4love</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Apr 2008 12:24:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dijenorie.wordpress.com/?p=96#comment-202</guid>
		<description>yang hidup dengan akalnya saja, kebahagiaan sejati mungkin tidak akan didapat. Bahagia namun menyisakan pedih, bahagia namun menginjak pihak lain, bahagia namun pudar dalam semalam, bahagia namun bergantung pada suatu kondisi, dll.

yang hidup dengan syahwatnya saja, penderitaanya lebih panjang dari nikmat yang dirasakanya sesaat.

manusia tidak bisa memilih bagaimana dia dilahirkan, namun diberikan pilihan untuk menentukan bagaimana dia mati. bagaimana kematian itu didapat, adalah kesimpulan tentang jalan hidup yang telah dia dipilih.



&lt;blockquote&gt;
&lt;strong&gt;norie:&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;sepakat sekali saya dengan komen anda. :)&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>yang hidup dengan akalnya saja, kebahagiaan sejati mungkin tidak akan didapat. Bahagia namun menyisakan pedih, bahagia namun menginjak pihak lain, bahagia namun pudar dalam semalam, bahagia namun bergantung pada suatu kondisi, dll.</p>
<p>yang hidup dengan syahwatnya saja, penderitaanya lebih panjang dari nikmat yang dirasakanya sesaat.</p>
<p>manusia tidak bisa memilih bagaimana dia dilahirkan, namun diberikan pilihan untuk menentukan bagaimana dia mati. bagaimana kematian itu didapat, adalah kesimpulan tentang jalan hidup yang telah dia dipilih.</p>
<blockquote><p>
<strong>norie:<em> </em></strong>sepakat sekali saya dengan komen anda. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: sutan</title>
		<link>http://dijenorie.wordpress.com/2008/03/26/cuiih-filsafat-tai-kucing/#comment-200</link>
		<dc:creator>sutan</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Apr 2008 10:35:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dijenorie.wordpress.com/?p=96#comment-200</guid>
		<description>oops.. you&#039;ve got me wrong, norie. tulisan no.16 yg kamu kutip dari blog saya(tolonglah, jangan labeli...) saya maksudkan untuk orang2 yang biasa dengan mudahnya mencap pemikiran seperti apa yg kita tulis sebagai &#039;sesat, ngaco, ngawur&#039;... padahal, kita telah berpikir. dan pintu pemikiran (atas agama/Tuhan) tidak seharusnya ditutup,

&lt;blockquote&gt;
&lt;strong&gt;norie: &lt;/strong&gt;&lt;em&gt;Salam kenal kembali, Mas. :D&lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>oops.. you&#8217;ve got me wrong, norie. tulisan no.16 yg kamu kutip dari blog saya(tolonglah, jangan labeli&#8230;) saya maksudkan untuk orang2 yang biasa dengan mudahnya mencap pemikiran seperti apa yg kita tulis sebagai &#8217;sesat, ngaco, ngawur&#8217;&#8230; padahal, kita telah berpikir. dan pintu pemikiran (atas agama/Tuhan) tidak seharusnya ditutup,</p>
<blockquote><p>
<strong>norie: </strong><em>Salam kenal kembali, Mas. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </em></p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Soliloquy #1 &#171; Idealita dan realita dalam kata</title>
		<link>http://dijenorie.wordpress.com/2008/03/26/cuiih-filsafat-tai-kucing/#comment-195</link>
		<dc:creator>Soliloquy #1 &#171; Idealita dan realita dalam kata</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Apr 2008 06:13:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dijenorie.wordpress.com/?p=96#comment-195</guid>
		<description>[...] pagi tadi saya membaca &#039;gugatan&#039; kepada Tuhan dan kehidupan yang semangatnya hampir serupa, tulisan dijenorie di wordpress. Tolonglah, jangan labeli kami yang bertanya ini dengan label macam-macam. Semua ini [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] pagi tadi saya membaca &#8216;gugatan&#8217; kepada Tuhan dan kehidupan yang semangatnya hampir serupa, tulisan dijenorie di wordpress. Tolonglah, jangan labeli kami yang bertanya ini dengan label macam-macam. Semua ini [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: sutan</title>
		<link>http://dijenorie.wordpress.com/2008/03/26/cuiih-filsafat-tai-kucing/#comment-190</link>
		<dc:creator>sutan</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Apr 2008 04:54:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dijenorie.wordpress.com/?p=96#comment-190</guid>
		<description>ah, biasa saja tulisan ini--buat saya. tapi sangat provokatif untuk kebanyakan orang. karena jauh jauh hari saya pun pernah berpikiran seperti yg dije tulis ini. mungkin ada baiknya saya buat jadi entri di blog juga. 

salam kenal.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ah, biasa saja tulisan ini&#8211;buat saya. tapi sangat provokatif untuk kebanyakan orang. karena jauh jauh hari saya pun pernah berpikiran seperti yg dije tulis ini. mungkin ada baiknya saya buat jadi entri di blog juga. </p>
<p>salam kenal.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: doelsoehono</title>
		<link>http://dijenorie.wordpress.com/2008/03/26/cuiih-filsafat-tai-kucing/#comment-187</link>
		<dc:creator>doelsoehono</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Apr 2008 03:07:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dijenorie.wordpress.com/?p=96#comment-187</guid>
		<description>salam numpang .....setalah aku baca Ocreuh punya tu  siiplah semoga kata-katanya semakin berbobot lagi .........
and semakin kreatif aja ...klo ada yang saling mengejek and saling ngajelekin itu mah  namanya jua beda pnd aja         Ocreuh     sip maju teurus


&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;norie:&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;Ocreh degh. :)&lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam numpang &#8230;..setalah aku baca Ocreuh punya tu  siiplah semoga kata-katanya semakin berbobot lagi &#8230;&#8230;&#8230;<br />
and semakin kreatif aja &#8230;klo ada yang saling mengejek and saling ngajelekin itu mah  namanya jua beda pnd aja         Ocreuh     sip maju teurus</p>
<blockquote><p><strong>norie:</strong> <em>Ocreh degh. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </em></p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: asopusitemus</title>
		<link>http://dijenorie.wordpress.com/2008/03/26/cuiih-filsafat-tai-kucing/#comment-161</link>
		<dc:creator>asopusitemus</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Apr 2008 17:22:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dijenorie.wordpress.com/?p=96#comment-161</guid>
		<description>Hmmm.....iya sih, pertama kali baca di awal2 panas juga, tapi saya sendiri heran kenapa bisa panas padahal di kamar saya ini suhunya dingin kok....:D

Kalo sy sih ngapain juga panas ama tulisan yang seperti di atas, ato ama tulisan yg menjelek-jelekkan agama saya. Karena sy pikir, biarlah mereka ngoceh semau mereka, toh keyakinan saya adalah keyakinan yang saya anggap benar tanpa saya paksakan ke orang lain.

Biarlah mereka mendapatkan hidayah dari-Nya, semoga mereka tersadarkan dan kembali ke jalan-Nya yg benar.


Nb: baru nyadar, bahwa judul postingan kamu rupanya mengejek si penulis asli yah? benarkah?


&lt;blockquote&gt;
&lt;strong&gt;norie:&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;eh nggak kok. Saya nggak sedang mengejek. Saya hanya sedang menggambar suatu fenomena blogger. &lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hmmm&#8230;..iya sih, pertama kali baca di awal2 panas juga, tapi saya sendiri heran kenapa bisa panas padahal di kamar saya ini suhunya dingin kok&#8230;.:D</p>
<p>Kalo sy sih ngapain juga panas ama tulisan yang seperti di atas, ato ama tulisan yg menjelek-jelekkan agama saya. Karena sy pikir, biarlah mereka ngoceh semau mereka, toh keyakinan saya adalah keyakinan yang saya anggap benar tanpa saya paksakan ke orang lain.</p>
<p>Biarlah mereka mendapatkan hidayah dari-Nya, semoga mereka tersadarkan dan kembali ke jalan-Nya yg benar.</p>
<p>Nb: baru nyadar, bahwa judul postingan kamu rupanya mengejek si penulis asli yah? benarkah?</p>
<blockquote><p>
<strong>norie:</strong> <em>eh nggak kok. Saya nggak sedang mengejek. Saya hanya sedang menggambar suatu fenomena blogger. </em></p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
