Ketika Zaman Semakin Sulit

Untuk memperbesar dari pada nge-click gambar, mending click sini aja.

Apa yang coba disampaikan dengan komik ini adalah soal paradoksnya pemikiran kita (rakyat Indonesia -red). Terjebak antara kemiskinan dan kesenangan. Semuanya di saat yang bersamaan. Ini bagian ironis dalam masyarakat kita.

Btw, dalam penggambaran komik di atas memang agak ngaco –seharusnya orang tidak merokok diwawancara di tivi. Namun demikian semoga pesannya tetap sampai. Bahwa di masyarakat kita masih banyak orang-orang yang mementingkan beli rokok ketimbang memperhatikan gizi dan kesehatan anak-anaknya. Dan juga komik ini mengusung persoalan: masyarakat kita yang kurang sadar terhadap persoalan gizi sehingga punya pola pikir, makanan sehat haruslah yang mahal.

Ada yang pernah hitung. Bila sebuah keluarga sangat sederhana bisa mengeluarkan uang sekitar Rp.7.000 per hari untuk membeli sebungkus rokok. Maka berapa jumlah uang yang terkumpul sudah 1 tahun. Maka hasilnya adalah (7.000 x 365) = Rp. 2555000. Dengan dana sebesar itu pertahun bila ditabung/diinvestasikan selama 10 tahun dengan keuntungan/bunga 10 % pertahun, uang itu jadi berjumlah : hitung sendiri ya. lagi males ngitung nih. :mrgreen: