Kamu itu orang apa?

Jawaban dari pertanyaan sederhana di atas bisa banyak sekali dan beragam. Kemungkinan secara spontan anda akan menjawab daerah asal anda, misalnya: oo…, saya dari Bandung. Atau anda akan menjawab; saya orang Indonesia (ketika bertemu dengan asing ). Mungkin anda menjawab: saya sekeluarga orang NU. Anda juga bisa yang menjawab terkait Ras bangsa: Saya orang Melayu. Mungkin juga anda yang menjawab: saya ini orang tua atau menjawab lah wong saya ini orang gila. hahaha :D Malahan ada yang menjawab: orang saya blogger weqz… ^^

Jawaban dari pertanyaan di atas akan terhubung dengan identitas diri atau setidaknya orang mau diidentifikasi sebagai apa. Ingin diidentifikasi sebagai apa itu penting. Identitas itu punya arti buat anda. Kalau tidak penting kenapa ada orang yang marah atau kesal sangadh bila rasnya atau klub sepakbola kesayangannya dicela atau disatirkan. Kenapa juga ada blogger (ga semua blogger lho) yang marah ketika ada seorang ahli (ga jelas ahli apa sebenarnya tuh orang) yang mengatakan blogger itu tukang tipu dsb, dst, dll hingga negatif blogger.
Kita marah dan tersinggung karena identitas itu penting (setidaknya bagi individu yang bersangkutan). Iya kan?

Oh iya, hampir lupa. Salah satu kegunaan atau fungsi identitas ialah sebagai tanda pembeda. Misalnya saya blogger. Tentu saya berbeda dengan Hacker atau cracker. Walau tidak menutup kemungkinan saya memegang predikat atas semua identitas tersebut.

—————

Seseorang bisa punya banyak identitas, misalnya saja:

Seorang anggota komunitas MoGe yang gemar nonton bola dan cinta Arsenal yang juga orang tua dari suku bangsa Arab, yang menganggap dirinya sebagai orang Solo asli (sebab keluarganya sudah puluhan tahun tinggal di situ) yang juga merangkap sebagai guru yang rajin nge-blog (jadilah ia blogger) hingga warga sekitarnya mendaulat beliau sebagai ketua RT (nyambung ga?) serta beberapa beberapa identitas lainnya yang terlalu panjang bila disebutkan satu per satu.

Jawablah pertanyaan “kamu orang apa?” (Hanya bila anda berkenan sharing dengan banyak orang). Bila jawaban anda lebih dari satu, mohon diurutkan dari yang paling penting bagi anda hingga yang tak terlalu penting. Kategori paling penting itu: Identitas mana yang anda marah sekali bila identitas itu dilecehkan. (ini kategori dari saya loh)

Silahkan menjawab di kolom komentar. Terima Kasih.

Gambar nemu di komputer warnet

————P.s: Tulisan ini tanpa berniat membakar massa dengan kebencian atas SARA. Walau kita tahu di tanah wordpress ini tulisan Menyulut kemarahan SARA (wa bil khusus agama) bertebaran dimana-mana, dengan penulisnya yang saling berafiliasi.

Tulisan ini dalam rangka penelitian yang bersifat pribadi tanpa diikut dengan metodologi ilmiah. Untuk mengetahui identitas mana yang lebih diunggulkan dalam sekala urut, apakah yang terkait dengan daerah asal, negara, ras, agama, partai, hobi atau apa?

Tulisan ini juga tak bermaksud men-cemen-kan identitas blogger. Judul “Mereka Bilang Saya Blogger” tak bermaksud memberikan stigma pada kata blogger. Saya mohon maaf bila ada kata-kata yang salah (saya toh tak mau bernasib seperti Roy Suryo yang menjadi bulan-bulanan beberapa blogger). Dan saya akui blogger itu profesi mulia, Ketika ia menambah wawasan ‘penggemarnya’. Terakhir kita tampaknya sepakat (sepakat ga?) bahwa batas-batas keidentitasan blogger memang tidak terlalu signifikan karena identitas tersebut cukup digariskan secara terlalu sederhana dan secara luas sebagai orang biasa yang suka menulis (di blog) dan menurut saya memang seharusnya sesimpel itu.

Bagi saya jadi blogger atau pun tidak, hasrat saya untuk belajar dan bergagasan tak akan pudar. Ada atau tanpa blog (misalkan saja blog lenyap dari muka bumi) saya akan tetap bicara. ^^