Itu pagi yang cerah. Mobil dan motor seliweran kesana-kemari. Bis-bis saling ‘bantai’, menggaet ’sewa’ (baca:penumpang). Udara pagi itu sudah tak segar lagi. Asap-asap knalpot belepotan ke mena-mana. Aku seperti dijejali racun. Sabar… pikirku. Aku berharap bis yang kutunggu segera tiba.

Alih-alih memikirkan udara kotor, aku alihkan saja pandangan ku. Seperti biasa aku memulai mengobservasi orang-orang sekitar. Haha… ber-ubahlah aku seketika menjadi psikolog amatiran. Memperhatikan raut wajah orang dan menerka apa yang sedang mereka rasakan atau pikirkan, merupakan hal menyenangkan loh.

Di depan ku itu ada seorang perempuan. Anak kuliahan gitu deh. Aku lihat sedari tadi ia menelepon. Asik banget deh kayaknya. Bertelepon-ria ia sambil tersenyum-senyum, dan kadang terbahak-bahak. Untung saja ga bikin se-isi halte heboh. Entah siapa yang sedang ia telepon, mungkin pacar atau sahabat karibnya. Sekarang sudah 15 menit berlalu dan ia masih asik ngobrol (kayaknya lebih deh).

————–

Anda suka ngobrol? aku juga suka. yup… itu tanda kalau kita itu makhluk sosial. Di mana kita perlu untuk berkomunikasi dan berintekasi. Btw ngobrol itu asik. Setidaknya sampai kita mulai ngobrolin hal yang ga asik, atau teman/lawan ngobrolnya mulai ga asik. bukan begitu?

Banyak alasan kenapa kita ngobrol. Dengan ngobrol kita menyalurkan ide. Bahkan ngobrol itu sarana untuk mengeluarkan perasaan, unek-unek, bahkan pengakuan (di sini ngobrol berubah menjadi curhat, dan sering obrolan itu menjadi 1 arah :( ). Ngobrol juga bisa jadi sarana untuk menambah koneksi atau kenalan, misalnya ketika ngobrol dengan penumpang sebelah kita saat perjalanan ke Bandung.

Mungkin sebagian kita tidak sadar bahwa ngobrol itu sudah jadi hobi tersendiri. Dan juga jarang juga orang secara jelas menyatakan dirinya hobi ngobrol. (mungkin takut ditertawakan bila mengaku berhobi ngobrol)

Apa yang sering kita lihat, bila sekumpulan pekerja berkumpul untuk makan siang. Apa yang biasanya terjadi? ya ngobrol ini-itu toh. Mungkin juga anda dan teman-teman usai menonton sebuah pertandingan sepak bola. apa yang terjadi sesudah itu? biasanya terjadilah obrolan (seru) seputar pertandingan tadi. Dan mengobrol itu pun dapat dilakukan dimana pun. bahkan diruang kelas sekali pun saat guru/dosen menerangkan.

Apakah anda hobi ngobrol? Kembangkanlah hobi tersebut dengan:

  • Jadilah pendengar yang baik dan benar (obrolan yang asik itu 2 arah, bukan monolog)
  • tambah daftar teman ngobrol anda (cari kenalan baru atau gebetan baru)
  • Hindari topik perbincangan yang itu-itu saja
  • Menghindarlah bila obrolan mulai mengarah pada gossip
  • sesekali mengobrol soal bisnis (siapa tahu hobi anda itu bisa menghasilkan)
  • pilih tempat ngobrol yang nyaman (yang tidak menggangu orang lain yang ga diajak ngobrol)
  • Pilih waktu yang tepat untuk ngobrol (jangan mengobrol lewat HP bila anda sedang BAB)

—————

Akhirnya aku pun harus pergi, bis ku tlah tiba.

beh… ternyata tuh cewe belum juga selesai ngobrol. Yah… tak apalah toh harga pulsa sudah murah (walau belum semurah kacang). sayonara. :)

gambar hasil nguntit dari sini