Pernah mendengar pernyataan “Negera tidak bisa mengintervensi keyakinan orang” atau mendengar “kita tidak sepantasnya menghakimi keyakinan dan pemikiran orang lain”. Yah.. pernyataan serupa itu banyak dan makin banyak semenjak usulan sejumlah pihak untuk membubarkan Ahmadiyyah.

***

Bila negara tidak melarang orang untuk meyakini atau beragama apa pun, tentunya seharusnya Negara juga tidak perlu melarang orang yang tidak beragama (a.ka. atheis). Sebab atheisme juga adalah keyakinan (yakin bahwa Tuhan ga ada , dan agama itu ga perlu) sekaligus pilihan seseorang untuk berkeyakinan atau tidak. Mestinya demikian atheis tidak dilarang ya. Tapi lihat, apa di negara yang tercinta ini atheism diperbolehkan?

***

Kemudian soal pemikiran atau ideologi. Sebagian orang sih berpendapat bahwa di negara ini seharusnya orang bebas dalam menganut pemikiran atau ideologi tertentu. Orang bisa berpikir ini-itu dengan bebas bersikap berdasarkan pandangannya di negara ini.

Bila memang begitu kenyataan seharusnya negeri ini tidak boleh takut dengan yang namanya kapitalisme global, fasisme, komunisme, hippies, dan sederet faham lainnya. Bahkan seharusnya negara memberikan lahan agar paham-paham itu berkembang subur dong.

Yah… tapi lihat kenyataan, komunisme pernah dilarang di negeri ini, pengikutnya diasingkan. Lalu kita juga belum siap menghadapi pasar bebas karena masih takut dibayang-bayangi kapitalisme global. Dan kita juga tidak bisa begitu saja orang bertelanjang dijalanan sambil menghirup ganja (marijuana).

***

gejala apa ini?

Di mana negeri yang demokratis itu? Dimana dong negara yang menghargai semua faham dan pandangan dengan kedudukan yang sama.

***

lalu apa kesimpulannya.

negara (Kita) masih pilih-pilih. Memilih mana yang boleh ada dan mana yang tidak boleh. Dan itu sah-sah saja. Wong negara ini negara kita. konstutusi yang bikin (rakyat) kita. Yah… yang pentingmayoritas tidak zholim terhadap yang minor. Walau sering terjadi bahwa minoritaslah yang sering ga tahu diri (banyak menuntut; ga adil-lah, ini-itu lah). Capek dech.

—-Buat anda yang mengharap negera ini tidak pilih-pilh terhadap faham atau pandangan yang ada, silahkan kecewa. Silahkan anda pindah kewarganegaraan, ke Amerika mungkin, negara yang anda anggap paling demokratis. Aahh.. ga juga deng, wong di Amerika sendiri rasisme masih kental.

P.s: Ini postingan titipan dari sahabat saya, Harutea.

gambar saya ambilkan dari sini.