Skip navigation

Kemarin saya jalan. Bersama dua orang teman, saya melewati balairung. Kemudian kami singgah sejenak melihat mahasiswa yang sedang gladi resik. Rasa iri timbul dalam dada saya. Saya iri melihat mereka yang menggunakan toga itu. Kapan ya saya wisuda? Tetapi jauh dalam hati saya bertekad bulat untuk lulus semester ini.

Setelah agak lama melihat-lihat dan sekaligus bertemu teman-teman. Saya, teman-teman saya, seorang lelaki begajulan dan seorang muslimah riang dan lincah, melanjutkan untuk makan-makan. Maklum saya tempo hari ulang tahun.

Hehehe. 🙂 Ternyata asyik deh ngobrol sambil minum es jeruk di depannya cewek manis. Teman saya itu bisalah dibilang gadis manis. Dengan jilbab yang membalut kepalanya serta tutur kata yang lembut lagi menyenangkan pantaslah ia menjadi calon istri yang baik. Hehehe.  Ngarep nih ye gw… 😀

Inti posting-an ini sebenarnya bukan tentang jalan-jalan dan makan-makan kemarin itu. Tapi ini soal keamanan. Cewek manis, teman saya itu biasanya pulang naik kereta api. Tetapi karena sudah sore dia lebih pilih naik angkot. Kereta jam segitu biasanya sudah ramai. Alasannya sederhana, yakni ketika ramai kereta bukanlah transportasi umum yang ramah. Banyak hal bisa dan biasa terjadi di dalam gerbong kereta. Semacam pencopetan, penjambretan, pelecehan seksual dll, merupakan gambaran transportasi umum (kereta) di Jakarta.

Lalu dapatkah kita hidup dalam dunia dia mana perempuan dapat dihargai. Dimana seorang perempuan dapat berjalan nyaman di tengah kerumunan laki-laki, tanpa ada setitik fitnah pun yang terjadi. Dapatkah? Kapan?  

 

One Comment

  1. No Comment!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: