Skip navigation

aaaaghhh

Pada dasarnya semua hal itu boleh, kecuali dilarang.

Saya jadi ingat beberapa hari lalu pulang naik TransJakarta. Di dalam Bus yang mulai sesak penumpang itu, saya dapati seorang penumpang muda. Seorang wanita berwajah ayu, mengenakan pakaian yang cukup sexy (walau belum bisa disebut a-nonoh™). Melalui kemeja putih ketat serta bawahan berbalut rok mini, ia mudah menjadi magnet bagi lelaki idung belang (kecuali saya, hehehe …😀 , sori, saya tidak termasuk spesies itu).

Sesekali saya memperhatikan si Mbak yang bersikap cuek bebek dengan tampilannya itu. Hingga kemudian saya untuk beberapa saat menatap bodynya wajahnya dengan begitu tajam, seperti kucing garong yang ngeliat ikan goreng. hihihi… ia tersadar😀 , dan ia mulai risih. Wajahnya memerah dan menatap balik. Melalui bahasa non-verbal ia coba mengatakan “hey..!! kamu ga sopan!!” (semoga tafsiran saya benar, masa’ ekspresinya itu saya tafsirkan: hai… kamu yang ganteng, Sini dong, temani aku…). Desahnya panjang dan lantas ia membuang pandangannya, menatap jalanan Jakarta yang mulai gelap.

Dalam situasi yang seperti di atas salahkah saya telah memandang ia? Bolehkah saya memandang Si Mbak yang bahenol itu? Adakah aturan yang melarang orang menatap orang lain? Jawabannya: Saya tidak salah, oleh karena tidak ada aturan [hukum] yang melarang itu. Di sini saya tidak sedang membahas soal norma Agama, atau pun Etika yang hidup di masyarakat [kita].

Lain soal bila saya kemudian melakukan aktivitas seperti; meraba-raba, mengelus-elus, meremas, menjilat (es krim kali..), mengatakan kata-kata yang melecehkan secara seksual, dsb. Dalam Konteks seperti itu, aktivitas yang saya lakukan tidak diperbolehkan oleh karena dilarang oleh hukum yang ada (lihat pasal 289, 290 KUHP).

Lebih Jauh sebenarnya menurut aturan hukum justru Mbak itulah yang bersalah (ia bisa menjadi pelaku delict), bilamana Mbak itu berpakaian dan bertingkah laku sedemikian rupa sehingga mengganggu rasa kesusilaan saya. Misalnya si Mbak pura-pura kepanasan (di Bus AC kok kepanasan) kemudian membuka 2-3 kancing atas kemejanya (bawah juga boleh), sembari melihat ke arah saya sambil meremas bibirnya sendiri. (wkwkwkekeke… ada ga yach cewe kayak gini… gokhil). Kalau Anda sedang iseng-iseng coba deh liat pasal 281 ayat (1) dan (2) KUHP).

Pertanyaan: kenapa hanya menggunakan Pasal-pasal dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP)? >> Karena itu adalah dasar hukum yang relevan dalam situasi seperti di atas. Apalagi Rancangan Undang-undang Anti Pornografi dan Porno Aksi, masih tetap berupa rancangan (dan hanya tinggal kenangan tampaknya, akibat dijegal laki-laki idung belang dan kaum feminis) sehingga tidak bisa diterapkan dalam kasus di atas.

Kesimpulan (sesungguh ini kesimpulan yang sewenang-wenang):

Bagi Anda Wanita-wanita bahenol yang suka menggunakan berpenampilan Sexy yang menggugah semangat nafsu, jangan marah bila ada lelaki yang memplototi memandang anda.

Untuk mengakses Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP), click sini.

11 Comments

  1. hmmmm.. bukannya apa pun cara berpakaiannya, kalo digunakan di tempat umum memang tujuannya supaya ada yang mandang ya?:mrgreen:

    norie:

    Bisa jadi begitu. Mungkin bagian dari law of attraction.🙂

  2. Woh… bingung nih bang kalo udah seperti begini. Seferti yang ane bahas dalam tingkatan pelecehan seksual… Secara langsung maufun tidak langsung, sebagian dari para korban pelecehan seksual telah menjadi pemicu terjadinya tindakan tersebut😥

    Tafi, pada prinsipnya, pelecehan seksual dengan alasan afafun tidak dibenarkan oleh hukum positif kita, norma sosial dan aturan syariat…🙂
    norie:

    Pelecehan seksual harus diganyang. Apalagi Human woman trafficking kudu dibrantas ke akar-akarnya

  3. 🙂
    norie:

    🙂 sedekah balik

  4. hmmm… mungkin mba’nya sengaja tu.. dasaaarr… ce’ jaman sekarang.. makin menggila aja..
    norie:

    bukan menggila. Hanya saja lebih ‘terbuka’ hehehe…🙂

  5. eling… Rie. Selain norma hukum (positif) masih ada Norma agama yang ngelarang kamu melihat wanita yang bukan Muhrimnya.🙂
    norie:

    Iya Mas. Makasih sudah ditampar diingatkan.

  6. Sepertinya anda memang concern terhadap hal yang bersifat hukum ya…

    BTW, anda sudah saya link😀

    norie:

    aah.. saya masih harus belajar.
    eh.. sudah saya link juga Blog sampean.

  7. lihat apanya sih……?\Trus kalau dipegang apanya?

    norie:

    lihat yang menggugah ‘semangat’, tapi ga berani megang. Itu lho majalah wanita yang dia pegang. ihh..

  8. Kalau di tinjau dari Hukum KUHP, begitu tha?🙂

    Nah, gimana mas kalo ditinjau dari hukum Karma atau hukum Rimba, gitu?😉

    norie:

    wah..
    Hukum karma? ambil positifnya aja dengan berpikir soal hukum karma, kita jadi ingat bahwa hal itu bisa terjadi pada ibu, adik, kakak perempuan, istri, atau pacar kita.
    Kalau hukum rimba mah, siapa yang kuat dia yang menang. Misalnya daya tarik saya lebih kuat dari si Mbak di kisah saya, pasti saya yang menggoda dia, dan bukan sebaliknya.😀

  9. Ahaha, tipikal..
    *geleng2 kepala*

    norie:

    weqz… geleng2 yang multitafsir. apa ya ini??😕

  10. terus gimana Norie??
    biar cewe’2 ga makin “terbuka”

    sebagai cewe’,jujur,kadang2 jg gimana…gitu klo liat cewe’ yg begitu..
    maklum, bila non species hidung belangpun mjd “kucing garonk”^^

  11. ichu bechul… wanita harus bertanggungjawab atas image yang direpresentasikannya di depan publik. seksi dikit bolehlah, tapi seksi yang elegan, bukan yang slutty

    so girls, do double take in the mirror before you go out..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: