Skip navigation

Perhatian [!] Baca sampai habis, atau jangan dibaca sama sekali! (Dangerous content)

shinchan3.jpg

Apa? siapa? Bagaimana? kenapa?

I

Pertanyaan-pertanyaan ini-itu menyelimuti pikiran ku. Bertanya soal Tuhan, agama, Surga-Neraka, dosa dan kisah nabi-nabi. Muncul kesangsian di dada, menyeruak begitu saja. Bahkan terus menggelayut hingga ke dasar mimpi.

Adakah Tuhan? Apa gunannya Surga atawa Neraka? Bagaimana kalau kitab-kitab itu berbohong tentang kisah nabi-nabi? Adakah yang salah? Siapakah yang selalu benar? Kenapa ngeseks bebas dilarang? padahal rasanya enak sekali. Tak bisakah kita hidup dalam dunia yang lo-lo gw-gw, tak bisakah kita saling menyerang? kenapa engkau perlu repot-repot mengurusi urusanku?

Satu-satu aku mulai mencari jawaban. Ku ambil dua tiga buku. Ku ketikan kata di Wiki yang Suci itu. Ku tanyakan jawaban pada Google yang Maha Tahu. Berharap bisa menemukan jawaban di sana. Dan, Aha..!! Inilah jawaban atas segala pertanyaan itu. Filsafat adalah jawabannya. Paling tidak itu jalannya yang memuaskan kesangsian atas segala yang ada. Filsafat oh filsafat kau fuaskan Akal sehat ku, logikaku.

Filsafat adalah jalan keluar. Setidaknya aku tidak harus berpura-pura suci, sebagaimana mana orang-orang bersorbankan taplak atau wanita berbalut kain panjang. Bagaimana bisa aku yakin hanya dengan doktrin dan segala ocehan orang-orang tua. Percaya begitu saja pada ajaran-ajaran yang katanya membawa ke surga, cuihh!

Filsafatlah rumah yang teduh itu. Ia memberi ku ruang untuk terus mencari jawaban sekaligus melontarkan pertanyaan-pertanyaan. Tidak seperti agama yang tak pernah memberikan ruang untuk bersikap kritis bertanya.

Akhirnya aku dapat titik cerah itu.

II

Seperti aku di luar sana pasti ada juga orang-orang yang berpikiran terbuka. Orang-orang yang tidak takluk pada tipu daya agama. Tentunya orang-orang yang bisa mengerti aku. Orang-orang seperti kami akan amat mudah untuk dikenali. Karena Kami adalah orang-orang yang bebas terbuka dalam memaparkan pandangan-pandangan kami. Kamu bukan orang-orang yang stagnan pada bingkai ayat-ayat kitab suci. Rasio adalah senjata kami yang utama.

Melalui berbagai media kami akan sebarkan pandangan-pandangan kami. Salah satunya kami ‘berdakwah’ melalui Blog. Dengan Blog kami bisa leluasa untuk mengupas apa saja. Bicara ini-itu tanpa ada yang bisa menyentuh kami. Lagian di dalam blog kami tidak perlu memperkenalkan siapa kami sebenarnya. Toh yang terpenting adalah pandangan-pandangan kami tersampaikan. Dulu ada yang sempat menyebut blogger itu penipu, blogger itu bodoh, kurang kerjaan. Akhirnya omongan itu cuma jadi kentut belaka.

aaagh… Tak di dunia nyata, ternyata didunia blog, kami masih saja menemui orang-orang yang kolot, yang bersikukuh agamanya paling benar, yang penganutnya dijamin masuk surga. lah apa kami tidak berhak apa masuk surga??? Tapi ya sudahlah… palingan mereka hanya bisa koar-koar menebar ayat dan hadist. Anggap saja angin lalu. toh hadist dan ayat itu tak akan bisa membunuh😆. Semakin keras mereka melawan kami mereka semakin tidak akan mendapat simpati dari colega mereka, dari orang-orang yang katanya satu ukhuwah .

Negeri ini kan dipenuhi oleh orang-orang pelupa. Biarkan saja tulisan kami menjadi kontroversi. Paling hanya beberapa minggu saja. Biarkan juga mereka yang komen atas berbagai tulisan kami itu. Peduli amat dengan mereka yang gusar. Mereka yang bilang apa kami masih Tuhan atau tidak? Nanti juga pada akhirnya orang-orang (kebanyakan orang )menjadi tidak peduli. Dan tulisan kami pun dianggap biasa. dianggap tak membahayakan lagi. hihihi… mirip broken windows theory ya. Pecahkan saja kacanya. Sekali duakali orang peduli pada rumah yang kacanya pecah itu. Lama-kelamaan rumah itu dianggap rumah kosong dan akan ada lagi orang peduli. Orang kan lewat tanpa berpaling ke arahnya lagi.

III

Tenggelam aku pada pikiran ku sendiri. Setelah rasa puas itu, kembali menyeruak pertanyaan lain. Benarkah ini? Akal sehat aku mengangguk. Sedang hati masih saja bertanya. Seperti ada perasaan yang mengganjal di tenggorokan. Sulit untuk ditelan begitu saja.

Bila apa yang aku pahami benar. Lantas mengapa saya berpegang pada agama ini? Bila memang tepat apa yang fahami selama ini, mengapa tidak ku tiduri saja si montok Dewi, si bohay Aline, atau si manis Sandra. oh… pasti rasanya menyenangkan, bisa ooh.. ohh.. yes or ohh no dengan mereka. Bila ada yang bilang meniduri orang yang bukan istrinya adalah dosa. Aah… bilang saja waktu aku meniduri mereka aku sedang percaya pada agama yang lain, dan aku sudah melakukan pengakuan dosa kok. Selesai urusan. Nah sekarang aku telah kembali ke agama semula.😆

Bila aku ini agnostik atau atheis sejati, kenapa saya perlu malu mengaku. toh ini hanya di dunia blog. tak ada yang tahu siapa saya ini. Mengapa saya perlu mengaku bahwa aku penganut Islam atau aku seorang kristiani atau apalah. Bila aku meragukan agama dan Tuhan, dan sering memanggilnya dengan kasar, lantas kenapa saya tidak berani untuk hidup tanpa Ia. Kenapa aku masih punya rasa malu dan rasa takut. Sungguh aku tak habis pikir. Kenapa aku bersikap tanggung? Kenapa tidak bilang saja aku ini…. pengecutsejati aaaaghhh.. Entahlah.

Perhatian [!]

  • Tulisan ini mungkin hanya fiksi belaka. Tulisan ini bukan tentang filsafat. Segala peristiwa, nama, waktu dan tempat hanya kebetulan belaka.
  • Tulisan ini dibangun dalam konstruksi As IF. Saya mencoba Berpikir seakan-akan seperti orang-orang yang punya pikiran di atas. Mengenai keberadaan orang-orang seperti tulisan di atas. Sungguh saya tidak mau tahu. Silahkan cari sendiri melalui mbah Google : misalnya saja kata ‘sekuler’. Atau ubek-ubek saja belantara Botd WordPress, kalau anda sedang hoki bisa dapet 2-3 ekor.
  • Tulisan ini tidak sekali-kali bermaksud ad hominem, sebab yang coba saya terangkan adalah femenoma. Fenomena sekelompok orang yang merasa kebal norma, sehingga bisa ngoceh seena’e dewe.
  • Bila ada pihak-pihak yang tersinggung atau sakit hati, mari temui saya di dunia nyata. Ayo selesaikan secara ‘jantan’. Saya berani beri jaminan bahwa tulisan ini tidak melanggar hukum mana pun. Kalau pun itu bermasalah tentunya itu bermasalah dengan ‘akal sehat‘ anda.
  • Tulisan ini tidak lepas dari dari kesalahan. Bila ada hal yang mengganjal segeralah ke dokter tanyakan saja😀 .

Soal bagian-bagian :

  1. Bagian I : Seseorang yang seakan menemukan kepuasan atas segala jawaban.
  2. Bagian II : Srigala tampak selalu bisa mengenali sesamanya. Sekali pun rekannya memakai kostum domba. Di bagian ini digambarkan adanya sekelompok orang yang secara sadar atau tidak menjadi bagian dari orang-orang melempar batu ke jendela sebuah rumah.
  3. Bagian III: Ada orang-orang yang kembali bertanya atas gaya hidupnya selama ini.

    20 Comments

    1. Canggih…Mantap…hehehehhehehe

      norie:

      🙂

    2. yang menjadi permasalahan ada orang yang merasa paling bener tadi,trus menyalahkan orang laen sehingga ujung2nya membunuh untuk tujuan yang katanya mulia tadi ( NAZI ) merasa kelompoknya ajarannya paling bener ( secara konteks yang lebih luas,bukan agama saja ) sehingga membunuh hal yang dia anggap biasa demi kelangsugan hidup komunitasnya ( fuck rasis nazi ,dan mirip jaman firaun )

      norie:

      setuju, mereka yang merasa paling bener adalah sesuatu yang berbahaya. Tapi jangan naif bahwa di dunia hanya ada orang baik saja. (termasuk di dunia maya)

    3. ajip.. ini postingan jujur pertama yang aku temui setelah muter-muter blogwalkin, worthed juga ternyata.

      tapi bro, ketika orang-orang suci dan pinter itu saling gontok-gontokan mematrikan bentuk kebenarannya,
      filsafat “hanya” menyajikan the truth is lies in every head.

      Yang otaknya nyampe kesitu.. senyum-senyum simpul mati
      yang ga nyampe kesitu .. calon penghuni RSJ

      *keknya namaku bakal terdaptar disana jugak:mrgreen: *

      aku termasuk bagian ke berapa ya?
      *pertanyaan untuk diri sendiri*

      norie:

      Seandainya Tuhan tidak menciptakan syaiton, maka didunia ini tak akan lagi ada orang yang saling berseteru soal kebenaran. Hebat syaiton bukan karena ia kuat, melainkan karena ia punya akses masuk bawah sadar manusia. Menebar kebencian, permusuhan, dan keraguan adalah bagian dari tujuan hidupnya.

    4. Siap bos.. filsafat, atau apalah mereka menyebutnya , atau logika,, atau yg lain lagi apapun itu,,, tetap membutuhkan yang namany ilmu.. beda dgn logika..
      dsisi lain, ada yg namanya zero mind, hati nurani, bawaaan dari soononya, makanya tetap aja membutuhkan Dia..

      norie:

      eh iya. logika tetep penting. Hanya saja dalam pengalaman saya, orang-orang yang berpikir seperti dalam tulisan saya —mengatasnamakan logika/atau rasio sebagai senjata mereka. Tapi sering kali kali mereka tidak tepat dalam menggunakan logika/rasio itu sendiri.

    5. postingan yang mantap
      saya anjurkan baca dengan seksama
      tahan dulu emosi
      karena kita bisa tahu dari sini
      siapa sebenarnya diri kita

      norie:

      iya orang sering kali terjebak dengan pemikiran filsafat yang ada.

    6. wakaakakkkk norie….norie…..selamat datang di dunia blog sobat😀

      norie:

      wogh… terimakasih Daeng. Maaf nih rumah saya masih berantakan.

    7. Orang ngeblog biasanya mah cuma buat seneng2 doang. Santai aja kali. Itu smua ga serius. Menghina orang itu mah urusan biasa. Menghina agama atau Tuhan? asik2 aja kali.

      norie:

      bisa jadi apa yang anda bilang itu benar. Bisa jadi ngeblog itu hanya main-main dan hanya untuk mengejar popularitas belaka.

    8. Filsafat tidak harus atheis. Bahkan kalau kita berbicara posmodernisme, saat ini sudah ada semangat spiritual posmodernisme yang dibawa oleh pemikir-pemikir baru.

      Bahkan keberadaan filsafat islam guna menjawab bahwa setiap hal-hal yang berbau filsafat harus kita hindari karena ada yang benar dan itu yang seharusnya kita ambil, ada juga yang salah dan itu yang baiknya kita singkirkan.

      Bukankah Tuhan saja berfilsafat, menurut penafsiran Muhsin Labib (muhsinlabib.wordpress.com)

      norie:

      setuju… Filsafat tidak harus atheis. Dalam belajar Filsafat setidaknya ada 3 metode: *melalui sejarah perkembangan filsafat, * melalui karya atau inti sari dari suatu filsafat, dan *melalui sistematika/kerangka filsafat. Sebaiknya orang ketika belajar filsafat tidak langsung pada suatu karya filsafat tertentu. karena orang bisa terjebak pada pemikiran yang sempit dan kurang terbuka pada pemikiran lain.
      eh.. btw tulisan saya kan tidak menjatuhkan filsafat toh. Tulisan saya hanya menerang suatu femenomena orang/ atau sekumpulan orang yang berperilaku seperti dalam tulisan saya.

    9. Ehmm…agak panas bc tlsn ini di alinea2 awal. “paling tdk aq ga pura2 suci sbgaimana pria bsorban &wanita bbalut kain pnjg”. Lah, akyu yg pake kain pnjg msuk ktegori pura2 suci? Ennak aja!!

      Baca tlisn slanjutnya, lbh sbel lg. Ada byk “hal dan aktivitas lain” yg bsa djadikan cnth, tp knp hrs mmilih “meniduri perempuan”* .

      Menjelang akhr tlisan, oooh…. Begini to…

      *terkadang cntoh yg dpilih mrupakan refleksi keinginan dasar (id) dr si pnulis loh, he3😀

      norie:

      id alias keinginan dasar yang bersumber dari alam bawah sadar kita. hehehe… jadi inget cita-cita saya masa lalu, jadi psikolog. Id itu merupakan salah satu konsep dalam psikoanalisa. Tokoh yang terkenal dari cabang psikologi itu adalah Freud. Hehehe…😀 (menurut pandangan saya) Freud telah memberikan teori yang incomplete. id menurut freud adalah libido. hal itu tidak sepenuhnya benar. Pasal banyak dorongan lain yang lebih mendasar. seperti cinta misalnya. dsb.
      Hal yang menarik dari seorang freud ialah ia seorang ‘pelarian’, setelah gagal belajar hypnosis [hipnotis] (karena mungkin otaknya ga nyampe) ia akhirnya lari belajar ‘ilmu tafsir mimpi’ atau yang kita kenal dengan psikoanalisa. Padahal untuk menguak alam bawah sadar jauh lebih efektif dengan hypnosis ketimbang menafsirkan mimpi. Maka saya lebih kagum pada Milton Erickson. Bapak hypnosis modern itu bisa menghipnotis orang hanya dengan bersalaman dengan kliennya. Erickson juga salah model dalam pengembangan NLP [a studies about human excellence].
      Nah… tulisan saya di atas dibangun dalam konstruksi as if yang saya modifikasi dari NLP. Pada intinya adalah saya berperan/seolah menjadi orang-orang yang punya pemikiran sebagaimana orang dalam tulisan saya itu. Hal itu mudah dilakukan karena pada dasarnya otak manusia merupakan sesuatu yang dapat direkayasa. Misalnya saja seorang wanita tomboy yang ber as if sebagaimana wanita feminim berpikir dan berkelakuan. Insya Allah ia bisa juga menyelami perasaan seorang wanita feminim.
      wuiiih… panjang ya.

    10. Jadi inget (slalu ajah!)…
      waktu kuliah di bandung, se-kosan sama tmen seorang Dosen muda…menceritakan pengalaman pribadinya mempelajari ilmu filsafat dg berkutat pada buku2 di perpustakaan…lama2 jadi gila…hah?

      so, mungkin yg salah bukan ilmunya ngkalih…cuma kemampuan berpikir kita ketika meraihnya tdk disertai referensi pembanding/penetral, pencerahan lain melalui diskusi/dialog, dan mungkin msh bnyk media2 penetral lainnya…pada saat kesendirian itulah, pertanyaan2 yg muncul dr diri sendiri selalu/merasa dipuaskan dg jawabannya yg dtg dr diri sendiri, TANPA usut2 ke sumber yg luas dan realistis…or cobalah untuk melihat ke bawah atau ke atas dalam menyikapi segala permasalahn…idealita dan realita coba sejajarkan…:D
      (ngacoh lagi yagh…)

      btw…tulisan yg di atas bukan fiksi ngkalih…nampak seperti pengalaman pribadi yagh…huehehehe…

      *kabooorrr*

      norie:

      wkekeke… lagi-lagi disangka pengalaman pribadi. Terpaksa deh saya harus mengaku. sebenarnya tulisan sejenis sudah lama ingin saya tulis. Ini tulisan hasil perenungan agak mendalam, setelah blogwalking ke berbagai blog yang hobinya meragukan membicarakan soal Tuhan, Agama, Nabi, kitab suci, Bahkan soal Kebaikan. Dalam setiap kesempatan singgah di blog semacam itu, saya sempatkan untuk komen. Sebenarnya lebih mirip argumen yang penuh ledakan emosi. Hingga suatu hari saya komen dengan ‘keras’ setidaknya bagi orang-orang yang hobinya menghina itu. 7 komen nan panjang saya pancangkan di blog itu. Dibales dengan kata-kata yang tak kalah hebat. Jiwa saya bergetar hebat. Bukan karena takut. Tapi karena menjadi ragu, dan bertanya apa sudah tidak ada lagi orang baik. Saat itu saya merasa sendiri. Sejak saat itu saya hapus blog saya bertajuk ‘skuteng’. Demikian pengalaman pribadi saya. Maka kemudian saya selami pemikiran mereka yang hobinya menista itu.

    11. Tulisan yang mantap and thanks dan berkunjung ke blog ku. Ada tulisan humor tentang Ada yang melihat Tuhan.

      norie:

      Sama-sama, Pak🙂

    12. Ketika aku masuk menelusuri tulisan ini terasa dingin dan serem, aku cari jalan untuk keluar. sampai bolak-balik, ngga’ ada jalan keluar. Teringat patungan socrates, yes…. ketemukan jalan keluar. aku bergaya bak socrates, ah ngga’ pantes, kayak patung selamat dateng, apalagi. Akhirnya aku putuskan dengan gayaku sendiri. Yes…yes…yes… aku temui jalan keluar. Tapi…. kok ada tanda bertuliskan, SELAMAT DATANG DI DUNIA MAYA. Dunia apaan nich?!

      norie:

      Hehehe… serem ya. Jagadmaya memang luas. bisa ketemu bermacam orang di sana. Thx sudah mampir🙂 .

    13. Hmmm…..iya sih, pertama kali baca di awal2 panas juga, tapi saya sendiri heran kenapa bisa panas padahal di kamar saya ini suhunya dingin kok….:D

      Kalo sy sih ngapain juga panas ama tulisan yang seperti di atas, ato ama tulisan yg menjelek-jelekkan agama saya. Karena sy pikir, biarlah mereka ngoceh semau mereka, toh keyakinan saya adalah keyakinan yang saya anggap benar tanpa saya paksakan ke orang lain.

      Biarlah mereka mendapatkan hidayah dari-Nya, semoga mereka tersadarkan dan kembali ke jalan-Nya yg benar.

      Nb: baru nyadar, bahwa judul postingan kamu rupanya mengejek si penulis asli yah? benarkah?

      norie: eh nggak kok. Saya nggak sedang mengejek. Saya hanya sedang menggambar suatu fenomena blogger.

    14. salam numpang …..setalah aku baca Ocreuh punya tu siiplah semoga kata-katanya semakin berbobot lagi ………
      and semakin kreatif aja …klo ada yang saling mengejek and saling ngajelekin itu mah namanya jua beda pnd aja Ocreuh sip maju teurus

      norie: Ocreh degh.🙂

    15. ah, biasa saja tulisan ini–buat saya. tapi sangat provokatif untuk kebanyakan orang. karena jauh jauh hari saya pun pernah berpikiran seperti yg dije tulis ini. mungkin ada baiknya saya buat jadi entri di blog juga.

      salam kenal.

    16. oops.. you’ve got me wrong, norie. tulisan no.16 yg kamu kutip dari blog saya(tolonglah, jangan labeli…) saya maksudkan untuk orang2 yang biasa dengan mudahnya mencap pemikiran seperti apa yg kita tulis sebagai ‘sesat, ngaco, ngawur’… padahal, kita telah berpikir. dan pintu pemikiran (atas agama/Tuhan) tidak seharusnya ditutup,

      norie: Salam kenal kembali, Mas.😀

    17. yang hidup dengan akalnya saja, kebahagiaan sejati mungkin tidak akan didapat. Bahagia namun menyisakan pedih, bahagia namun menginjak pihak lain, bahagia namun pudar dalam semalam, bahagia namun bergantung pada suatu kondisi, dll.

      yang hidup dengan syahwatnya saja, penderitaanya lebih panjang dari nikmat yang dirasakanya sesaat.

      manusia tidak bisa memilih bagaimana dia dilahirkan, namun diberikan pilihan untuk menentukan bagaimana dia mati. bagaimana kematian itu didapat, adalah kesimpulan tentang jalan hidup yang telah dia dipilih.

      norie: sepakat sekali saya dengan komen anda.🙂

    18. Tidak kaget, karena pemikiran/logika tidak pernah dibatasi waktu dan ruang apalagi sorban dan kain panjang yang menempel dibadan. Logika memang diciptakan untuk digunakan sebagai media mencari kebenaran selain media pengalaman/empiris. Tampaknya tuhanpun selalu menantang kita untuk menggunakan logika agar memahami dan tidak memahami eksistensinya. Apabila kita gunakan media empiris, berarti kita harus menuntut pada tuhan agar kita diberi hidup dua kali untuk mengabarkan ada tidaknya eksistensi Tuhan…!

      Perasaan skeptis pada tuhan memang harus ditanamkan pada diri agar potensi logika manusia tidak mati hanya karena manut pada ulama atau pendeta……!Mari kita lepas baju dogma-dogma, agar blog-blog berkembang karena keanekaragaman logika.. oke ?

      norie: Sepakat, logika seharusnya membuat kita kaya akan wawasan. Bahkan dengan logika keimanan itu bisa menjadi makin mantap. Namun saya merasa miris ketika beberapa orang hanya memaknai logika secara sempit (sebatas logika barat; aristoteles, plato dsb.)

    19. well, gue sih percaya kalo setan dan iblis itu beneran ada. (bukan setan kuntilanak, tapi setan yang bikin hati manusia jadi jahat n tengil). tapi kalo setan ada, berarti kan harusnya tuhan itu juga ada? ya ngga sih?

    20. Bagian I :
      Filusuf sejati pada akhirnya akan menemukan kebradaan Tuhan, atau ia takkan menemukannya sama sekali…

      Bagian II :
      Sesungghnya di dunia ini yang memang paling luas adalah alam pemikiran, karena di dalamnya kita bisa berpikir bebas, dan berpendapat apapun….
      Namun dalam hidup kita ada batasan, yaitu sang waktu yang tak pernah bisa mundur sejengkalpun, sisa umur adalah suatu keniscayaan seperti hitungan mundur bom waktu… Hingga pada akhirnya kita harus menentukan akan menjadi apa kita, sebelum sisa waktu itu habis…

      Bagian III:
      Sesungguhnya dalam hati setiap manusia ada sisi baik dan ada sisi buruk…
      Tinggal siapa yang lebih kuat akan berkuasa…

      _____________________

      semoga kita bisa menemukan kebenaran sebelum waktu kita habis…


    2 Trackbacks/Pingbacks

    1. […] pagi tadi saya membaca ‘gugatan’ kepada Tuhan dan kehidupan yang semangatnya hampir serupa, tulisan dijenorie di wordpress. Tolonglah, jangan labeli kami yang bertanya ini dengan label macam-macam. Semua ini […]

    2. By Soliloquy#1 « tulissutan on 28 Agu 2008 at 3:12 pm

      […] pagi tadi saya membaca ‘gugatan’ kepada Tuhan dan kehidupan yang semangatnya hampir serupa, tulisan dijenorie di wordpress. Tolonglah, jangan labeli kami yang bertanya ini dengan label macam-macam. Semua ini […]

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: