Skip navigation

jembatan_teluk_palu.jpg

Ketika suatu Undang-undang (UU) bertentangan dengan amanat Konstitusi (Undang-Undang Dasar), maka tempuhlah jalur hukum untuk menyelesaikannya [ajukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi]. Sebab Undang-undang adalah produk hukum, bukan juga produk politik, apalagi produk infotaiment.

Bila UU itu ternyata tidak berlawanan dengan Konstitusi, maka terapkanlah ia dalam kebijaksanaan dan itikad baik. Bukankah tak ada gading yang tak retak.

———-

 

Ps. : Tulisan ini dibuat ketika banyak blogger orang-orang ‘main hakim sendiri’ dengan menebar peringatan bahwa Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) merupakan paku ancaman terhadap Kebebasan dan HAM.

>>Kalau saya pribadi memandang UU ITE tidak mengancam Kebebasan dan HAM. UU itu mengancam mereka yang biasanya melakukan perbuatan a-nonoh, mereka yang hobinya menghina atau mencemarkan nama baik, atau provokator penebar kebencian berdasarkan SARA, di dunia maya. Bukan begitu? upps salah ya?

*digebuki massa yang emosi*

gambar dari Google.

7 Comments

  1. hahahaha
    akhirnya ada juga yang berani memperlihatkan sudut pandang lain dari kehebohan UU ITE ini
    *keknya, sampeyan bener-bener menerapkan kerangka pikir out of the box dengan menyeluruh… halah bahasane*

    titip pesan bro, ati-ati, karena terkadang menjadi netral dan tidak memihak siapapun, tidak menjamin akan mendapat respon netral juga😉 coz makin banyak aja manusia yang memandang dengan kacamata hitam, suram sangadh lah hidup baginya.

    salut
    eh, boleh ijin ngelink??

    norie:

    thx nasehatnya bro. saya akan hat-hati.
    silahkan dilink. sampean juga saya link ya.🙂

  2. iya, belum apa2 udah memvonis
    masa bogger penakut.🙂

    norie:

    🙂 iya, kenapa harus takut. Takutkan cuma ada pada mereka yang merasa bersalah saja.

  3. hihihi…aku lagi overlimit main juga sini ikutan aja deh ma yang lainya

    norie:

    Main apa? masih ga ngerti.

  4. hmm menurut sy, lebih baik kita liat aja apa aja perubahan yg terjadi yg disebabkan penetapan UU ITE tsb. Perkiraan awal akan susah orang-orang yg kecanduan seks untuk medapatkan heroin-bokep terbaru sehingga mencari produk lama berupa DVD/CD bajakan di mangga dua dan pasar kembang. Sementara yg lain, mungkin perkosaan anak di bawah umur akan berkurang…

    pasti ada efek lainnya, tapi belum tau…mungkin roy suryo akan mensomasi seseorang atau apa…entah lah…kita liat aja 6 bulan ke depan apa memang ada perubahan 🙂

    norie:

    persis, Mas. Lagi pula UU ini masih dalam tahap sosialisasi. Yang terpenting saat ini mempersiapkan aparat penegak hukumnya.

  5. bukan tidak setuju dengan uu,
    yg saya khawtirkan, uu ini hanya dimanfaatkan buat
    cari duit oleh oknum-oknum aja..
    sangsinya ampun-ampunan

    norie:

    Betul, ini memang bukan soal setuju atau ga. Ini yang saya maksud adalah kita menghidari gejola di masyarakat. Artinya bila UU ini dianggap bermasalah, silahkan ajukan JudialReview ke MK.
    Penyelewengan oleh oknum(oknum atau ga ya kalo jumlahnya banyak) selalu terbuka peluangnya. Nah… di sinilah salah satu peran kita sebagai warga masyarakat (citizen) yang cinta keluarga dan masyarakat, untuk ikut serta mengawasi kinerja aparat penegak hukum. Jaman sekarang mah ga bakal balik ke jaman Soeharto dimana ada pembredelan. Ini jaman dimana media, demokrasi dan HAM berkembang pesat.

  6. seharusnya direnungi dulu..
    uu ada untuk menyelesaikan masalah, bukan malah menambah masalah atau mengada-adakan masalah yang justru sebelumnya tidak ada..
    jangan pula bergantung pada judicial reviewnya MK (maap..saya bukan salah satu pendukung MK)
    kalau bisa diperbaiki sebelum disahkan bukankan lebih baik?

    norie: Lah… Kan tulisan gw ga menyaran UU tsb untuk dilakukan JR. Gw hanya bilang kalau kita harus bisa bersikap adil, termasuk soal UU.
    Setuju banget gw ma elo, Bahwa UU harus menyelesaikan masalah, bukan malah menimbulkan masalah. Jadi inget kuliahnya Bu Maria Faria.
    Tapi pasti gw kalah argumen sama elo sekarang. Soalnya elo dah SH sih. huhhuahua😀

  7. Seperti biasa, kita ini penonton biasanya lebih jago daripada pemain. He he he he

    norie: eh.. iya, Mbak. Soalnya jadi penonton ga perlu capek kan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: