Skip navigation

jiji.png [ ]

Pemuda : atau mungkin karena aku tak pantas?

Melempar sebutir batu, membiakkan air danau yang sunyi itu.

si akhwat hanya diam… Menahan napas dan sebentar menggeleng.
Pemuda : Aku memang konyol dan tak tahu diri. Begajulan seperti aku, kok berani naksir kamu. Terlalu nekad aku mencintai seorang gadis sholeha sepertimu.

Emosinya meluap. Tapi perlahan perasaan yang tlah lama mengganjal termuntahkan begitu saja. Hatinya menjadi ringan.

Pemuda : kau tahu… Aku memang bukan orang kaya. Aku hanya seorang Mahasiswa tingkat akhir yang nyambi jadi ilustrator majalah Game. Aku sadar pengetahuan agamaku kurang, beberapa teman bilang aku ini sesat, ngajiku patah-patah. Dan soal penampilan ku [kacamataan, jeans belel, kaos oblong, sendal jepit, rambut disisir sekenanya, kemana-mana megang komik], itu karena adalah gayaku. Itu tanda bahwa aku apa adanya. Tapi lihat hari ini, aku berdandan untukmu.

Seandainya tuh akhkwat bisa disentuh, maka si pemuda pasti telah memegang pundaknya, untuk meyakinkannya, seraya berkata,

Pemuda: Tak bisakah kau menerima aku?

Akhirnya si akhwat mulai bicara. ia tenangkan dirinya agar jauh dari rasa emosinal.

Akhwat : hmm.. bukan. Bukan maksudku menolakmu. Hanya saja…

si pemuda jadi penasaran. Menjadi tak sabar. Waktu seperti terhenti baginya.

Akhwat : Aku belum melihat ada semangat dalam dirimu. Aku melihat kelesuhan diantara dua matamu. Ketakutan dan rasa bergantung pada manusia menyelimutimu. Kau bagaikan sepotong kayu yang terombang-ambing. Kau bahkan tak yakin pada dirimu sendiri. Lantas apa yang kau akan berikan kepada ku, dalam menjalani biduk kehidupan?

sekarang giliran si Pemuda yang terdiam. Ia pasrah ‘dihakimi’. Matanya menerawang jauh, sejauh batas danau diujung rektorat.

Akhwat : Apa yang kuinginkan ialah seorang laki-laki yang terus menempa dirinya. Bukan lelaki apa adanya saja. Tapi laki-laki yang bertanggung jawab dengan semangat terus maju. Seorang laki-laki yang mampu mengajarkan fighting spirit kepada anak-anak kami.

Si Pemuda hanya bisa termangu. Bisu. Ia kembali terdiam, sepertinya termenung. Tak habis-habisnya ia memandangi danau, seakan tak berani lagi memandang si akhwat. Akhwat itu kemudian pergi diam-diam, meninggalkan si Pemuda dan kegelisahannya. Langit menggelap dan hujan pun mulai turun rintik-rintik. Seiring itu, wajah si pemuda menjadi sendu. Ia larut. Ia menderu bersama hujan.

—————Gambar google.

P.s: Postingan di atas bukan cerpen, hanya sepenggal percakapan (fiktif belaka). Dibuat dalam suasana iseng karena ga ada ide untuk menulis. yaudah mending saya latihan dialog.🙂

22 Comments

  1. Oh…

    Aku menangis berikan selembar tisu

    norie:

    wew… jangan nangis. duh… cup… cup🙂

  2. 🙂 Karena seorang wanita butuh seorang pemimpin. Keep Istiqomah..😉 Keep Strugle!!

    norie:

    iya.. aku akan menjadi pemimpin terbaik, setidaknya untuk istri dan anak-anakku kelak. Fighting spirit!😛

  3. iseng aja bagus
    gimana kalo serius

    norie: Saya belum berani serius. Masih malu-malu😳

  4. Jangan-jangan ini kisah dirimu 🙂

    norie: Suer deh Mas, Bukan. Hanya latihan nulis dialog. Ternyata masih harus banyak belajar dari Mas.

  5. Bagus cerpennya. Kayakna itu kisah pribadi kamu ya? Kalau bener begitu, yang tegar ya.🙂

    norie: hehehe… Bukan. Tapi saya akan tegar kalau ditolak.🙂

  6. iseng..??
    gimana kalo gak iseng yah mbak..??
    pasti hasilnya sempurna..

    norie: Kyaa…. Ini bukan Mbak. Ini Mas.🙂

  7. “Si Pemuda hanya bisa termangu. Bisu. Ia kembali terdiam, sepertinya termenung. Tak habis-habisnya ia memandangi danau, seakan tak berani lagi memandang si akhwat.”
    usut punya usut, ternyata si pemuda termangu karna ngliat sampah yg numpuk di bantaran danau plus bau amis yg menyengat hidung skaligus mata……
    bagus ry!🙂

    norie: Asik, Gama nge-blog lagi. Semangat, bro.😀

  8. kemaren barusan aku juga ‘nolak’ cowo..
    alasannya ya ga beda jauh dari tulisan ini..
    gimana cowo itu bisa sayang sama kita, bisa peduli dengan masa depan kita, kalo dia sendiri gak sayang sama dirinya dengan engga tau kemana arah dan tujuan hidup dia..
    dia ga tau gimana caranya menghidupi hidupnya..
    menghidupi dengan kasih sayang, tanggung jawab, keceriaan, kebersamaan, semangat mengarungi hidup..
    be realmantic..
    realistis dan romantic

    norie: wih… nolak cowo. Kacian deh tuh cowo. Insya Allah Mbak dapet gantinya yang lebih baik ya. saya jomblo nigh. Hahaha…😀 (sori, becanda kok.)

  9. jadi gak enak hati mo koment
    terpaksa kasih koment standard:

    if it’s worth, then give everything up

    🙄
    ngebaca koment sendiri.. aku ngomong paan yak
    *error*

    norie: iya nigh… Kamu komen apa. ga mudeng aku. hehehe…😀

  10. masih baaaaaanyaaaaaak janda-janda miskin eh kaya yang mau jadi istrimu Mas (hehehe mengutip ciri khas ceramah ustadz Zainuddin XZ)….

    norie: lah… Kan masih banyak gadis-gadis kaya yang ngantri menunggu saya. Pada nagih utang ke saya. ini pemuda banyak utang e:mrgreen:

  11. assalamualaikum,wr,wb..
    setuju ma si akhwat..
    jgn pernah jd apa adanya..
    tp jadilah manusia yg terus menyempurnakan hidupnya..

    norie: Wa alaikumussalam
    Setuju Mas. Selalu memperbaiki diri itu kuncinya.🙂

  12. semoga si pemuda itu aku , akhwat yang bertanggung jawab , tapi memang masih belum ada jodohnya kali ya
    cerpen yang menarik , terus berkarya ya

    norie: eh… Makasih kunjungannya. btw ini bukan cerpen lho. ini hanya sepenggal percakapan fiktif didi tepian sebuah danau.

  13. Ah mejeng sini biar wajahku ada di jajaran artis kita hari ini.

    Pan jadi terkenal, wajah tak dikenal.

    norie: weqz… kok gambarnya manuk (burung). eh, iya ya namanya aja wajah tak di kenal😀

  14. Kupu-kupu di Atas Laut

    Ketika laut tak lagi memerintah ombak tuk singgahi pantai
    di situlah kupu-kupu bisa menghela nafas
    bercumbu dengan laut
    bukti ia bisa yakinkan
    di atas laut
    aku (kupu-kupu) bisa mencumbumu
    duhai laut tanpa angin
    tak diusik oleh ombak
    tak ditelan oleh paus
    tak disunting oleh teri-teri

    Akulah kupu-kupu
    menari seadaku
    untuk menghiburmu
    wahai lautku…..

    (maaf, kalau tidak nyambung dengan postingan di atas ya…. tapi inspirasi puisi ini datang setelah membaca postingan di atas, kemudian diendapkan dengan pengalaman yang baru saja aku dapatkan ketika berdiri di tepi laut bersama istriku tercinta di pagi hari dengan gerimis terundang)

    norie: waduh… Makasih banyak lho, Mas. Ga nyangka tulisan saya bisa mengundang inspirasi. terus berkarya.🙂

  15. T_T
    Sedih juga kisahnya. Kayak kisah pribadi saya. Gagal maning… gagal maning.😦

    norie: ini tissue..

  16. astaga..settingnya di rektorat..
    bener kata gama..
    mending kalo kamu mau nembak cewe jangan disana deh..
    bwahahahaha

    norie: Sssssstt…!!! Anggap saja danau MUI itu bagus. Gunakan imajinasi dong. hehehe… Nembak cewe? sapa cewenya? gw nembak lo aja gimana Rie? wkwkwkakaka:mrgreen:

  17. yah… ternyata jaman sekarang banyak laki-laki yang gak pede ya… (sungguh memelas….)

    Get up man…

    Aa’ Gym.. dulunya… juga “kalah” ilmu agamanya dari teh ninih.
    dan (katanya) yang bikin Aa’ Gym jatuh cinta… adalah… mendengar alunan qiro-ah beliau.

    Ayo… kalau memang cinta… dan mau mencari “wanita mulia sebagai ibu dari anak-anak” belajar terus… kejar “ketinggalan”.

    Insya Allah… akan diberiNYA (kalau yang ini bukan jodoh… pasti dapat ganti yang “lebih baik)

    (Sukron… boleh ikutan nimbrung…
    kalau sempat mampir ya di http://maaini.wordpress.com)

    norie: Iy,benar tuh, Mbak kalau memang cinta maka harus dikejar. Dijadikan motivasi diri untuk jadi lebih baik. Btw, percakapan fiktif ini belum selesai lho. someday saya akan bikin lanjutannya, Insya Allah.
    Makasih sudah bisa mampir kemari.😀

  18. hm…

    kesan pertama : dialognya bagus kalo bikin sinetron singkat

    kesan kedua : kok….gitu yah hm…..[ ooohhhh ternyata cewe tuh pengennya gitu gak jauh beda ma cewe’ ku:jawab batin]

    kesan ketiga : ehem ehem dialog yg timbul kayaknya dari lubuk yg paling dalam yah [ ho oh huakakaakaka : jawab batin]

    kesan keempat : good girl…..i like the spirit

    kesan kelima : [kebanyakan komen bro , hehe]

    =-=-=-=-==-=-=-=-=-=-=-=-=-=-==-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=
    just like i said : c’est la vie – http://iwany.wordpress.com
    yihaaaaa….keep on movin


    norie:
    selamat datang di blog sederhana. terimakasih sudah mampir. sering2 ya mampirnya. ^_^

  19. untung akhwatnya masi sadar dan menolak si pemuda yg berlindung di bawah payung tipikal cowo “apa adanya saja”

    padahal, klu akhwat umurnya dah mule mrambat tak bersahabat…sulit lho…mengambil putusan macam gitu..

    * sptnya lanjutan dialog fiksi d depan danau rektorat akan menjadi rajutan kisah yg mengharu biru abu-abu, utamanya kaum melo’,
    apalagi diperankan oleh pemuda begajulan tp cakep dan akhwat sholihah berwajah lembut….wih……………………….^^

  20. do you know any information about this in english?

  21. kayaknya kenal juga sama yg nulis cerita nya syapa ya…?
    yang di foto “jiji” juga kyaknya kenal…
    itu calon istrinya mas…?🙂

  22. bagian pertamanya mana mas …?


One Trackback/Pingback

  1. By Kupu-kupu di Atas Laut « Bahasa Kalbu on 06 Apr 2008 at 8:49 am

    […] di atas terinspirasi puisi setelah membaca postingan Merajut Asa (dijenorie’s blog), kemudian diendapkan dengan pengalaman yang baru saja aku dapatkan ketika berdiri di tepi laut […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: