Skip navigation

Category Archives: fiksi

Siapa saja, pliss… Ajarkan aku cinta.

Ajarkan aku bercinta dalam kesangsian.

Cinta bisa bermula dari kondisi apa pun. Bukan begitu? Bahkan ia (baca:cinta) bisa berawal dari kebencian sekalipun. Lihat saja dua insan yang tadinya bermusuhan. Ketika cinta datang mengendap-endap, dan lantas menebarkan ‘mantra’nya. Dua insan yang tadinya musuh bebuyutan pun jadi saling melabuhkan hati dan masuk dalam syahdannya mistikus cinta. Aneh yach fenomena Cinta itu. 🙂 Read More »

jiji.png [ ]

Pemuda : atau mungkin karena aku tak pantas?

Melempar sebutir batu, membiakkan air danau yang sunyi itu.

si akhwat hanya diam… Menahan napas dan sebentar menggeleng.
Pemuda : Aku memang konyol dan tak tahu diri. Begajulan seperti aku, kok berani naksir kamu. Terlalu nekad aku mencintai seorang gadis sholeha sepertimu.

Emosinya meluap. Tapi perlahan perasaan yang tlah lama mengganjal termuntahkan begitu saja. Hatinya menjadi ringan.

Pemuda : kau tahu… Aku memang bukan orang kaya. Aku hanya seorang Mahasiswa tingkat akhir yang nyambi jadi ilustrator majalah Game. Aku sadar pengetahuan agamaku kurang, beberapa teman bilang aku ini sesat, ngajiku patah-patah. Dan soal penampilan ku [kacamataan, jeans belel, kaos oblong, sendal jepit, rambut disisir sekenanya, kemana-mana megang komik Read More »

Dugem VS Global Warming
untuk memperbesar click gambar atau click ini

inilah komik strip pertama ku. Kau selalu disampingku

Click gambar untuk memperbesar. atau click ini

Ngobrolin soal pernikahan, gw jadi teringat suatu kejadian, tetapi gw ga benar- benar ingat kejadian itu. Kejadian itu seperti samar-samar. Dulu kalau tidak salah, gw pernah nembak seorang cewe. Gw yang masih polos, pernah menyatakan cinta padanya, lantas gw juga mengajak dia untuk menikah. Soal asal muasal kejadiannya kenapa gw sampai mengajak menikah, gw sungguh tidak ingat. Namun demikian gw ingat sesuatu secara pasti bahwa gadis itu menolak ajakan gw itu. Mengapa dia menolak —kalau ga salah karena dia susah dijodohkan oleh orang tuanya.

Ngajak anak orang kawin adalah salah hal paling gila yang pernah gw lakukan di kala SMA. Setelah sekian tahun berpisah pernah terpikir untuk mengajak gadis itu untuk menikah lagi. Tapi sayang awal Januari nanti dia akan menikah. Kabar burung mengatakan bawa ia akan menikah dengan tetengganya yang juga jadi teman satu kampusnya. Hiks. Hati ini sempat teriris-iris, terus dikasih perasan jeruk nipis, pas dengar berita pernikahannya itu. huhuhuuu. Pengen deh gw berlari ke kamar lalu nangis sepuasnya di balik selimut.