Skip navigation

Category Archives: seharian

Aku pindah, ke blog ini:

notanote.wordpress.com

Terimakasih 😀

Iklan

Apa yang paling penting dalam hidup anda?

Anda bisa saja menjawab; uang, kebahagian, rumah idaman, kesejahteraan, berbakti pada orang tua, pergi haji, menjadi penyanyi, asal cukup makan, menghibur orang dst, dsb, dll. Itu semua kan hanya ‘bahasa luar’, lalu sebenar nilai apa mewakili hal terpenting anda?

Bila anda merasa kesulitan untuk menjawab pertanyaan di atas. Maka beberapa poin di bawah ini mungkin dapat membantu anda. Berikut ini adalah beberapa kategori hal yang merupakan hal terpenting dalam hidup manusia. Tentunya kumpulan nilai di bawah ini tidaklah bersifat mutlak. Anda bisa saja (dan itu hak anda untuk menyatakan hal yang terpenting dalam hidup anda.) Sudahkah anda menyadari hal terpenting dalam hidup anda? ataukah anda baru sadar setelah itu direnggut dari anda.

***

  1. kepastian, kenyamanan, atau keamanan Read More »

Akhirnya harga BBM resmi dinaikkan (sejak beberapa hari lalu). Namun demikian demonstrasi menentang dinaikkannya harga BBM masih saja bergulir. Beberapa mahasiswa pun diciduk polisi.

Banyak orang pusing mikirin harga BBM. Yang stress tambah stress. Yang ga nerimo jadi ikutan stress. Sebagian bersikeras tetap berdemo agar harga BBM tidak jadi dinaikkan. Disinyalir beberapa aksi masa dimotori oleh pihak-pihak yang kurang bertanggung jawab. Maklumlah tahun depan sudah bakal pemilu.

——————

Hmm… menurut mana yang lebih keren, lebih hebat dan lebih wogh… Read More »

P.S: Ini postingan sampah. Isinya dipenuhi kegelisahan saya (tadinya saya mau marah-marah di blog ini, tapi ya ga pantes lah). Isi tulisan ini akan berbau curhat gitu deh. Bila anda tak suka, maka tidak usah melanjutkan membaca. Thx 😀

———————

keramaian itu mulai terdengar sayup-sayup. Tak seperti beberapa waktu lalu ketika banyak teriakan dan pekik berkumandang. Momen itu sudah jadi soal-soal lalu begitu saja. Atau memang sudah jadi watak kita (Indonesian) untuk cepat lupa. Di mana suara-suara itu? Suara-suara yang menolak makin sedikit, yang setuju apalagi. Semuanya nyaris membisu, tak terdengar lagi.
eh… sebenarnya apa sih yang mau saya sampaikan? Itu loh, soal Read More »

Lama sudah, aKu tidak berkunjung ke dunia maya. Tempo hari terpaksa harus dirumah saja. Beberapa hari yang menyebalkan. Sakit itu menderaku berhari-hari. Gejala tifus (baca: penyakit langgananku) kambuh lagi. Wajar memang, karena hampir tiap hari dalam semingguan, aku rutin menyantap gorengan dan makan mie. Mie ayam terutama (dengan saos dan sambalnya yang buaanyak). Aku sadar bahwa kalau terus makan makanan seperti itu berpotensi mendatangkan penyakit. Dan benar saja. Aku jadi sakit. Tapi mau bagaimana lagi. Aku kadung suka yang seperti itu. Ya mungkin sudah mencandu.
Candu itu tidak selau identik dengan narkotik dan obat-obatan terlarang saja, tetapi segala juga hal yang membuat kita ketagihan dan ketergantungan padanya. Ada temanku, sulit sekali lepas dari kebiasaan merokok. Baginya mending ga makan seharian, ketimbang tidak ketemu batang tembakau itu. Lain lagi kisah anak tetanggaku yang sudah candu main PS (PlayStasion). Ia bisa duduk tenang berjam-jam di depan layar sambil jemarinya terampil bergerak di atas tombol permainan. Dan mungkin untuk beberapa orang aktivitas korupsi sudah menjadi semacam candu. Itu membuat orang tergantung padanya. Sekali, duakali mungkin khilaf, tapi bila berlanjut terus akan menjadi nikmat dan membuat ketagihan.
Nah, bagaimana dengan anda? Anda mencandu pada sesuatu? (silahkan sharing di sini) 😀

Itu pagi yang cerah. Mobil dan motor seliweran kesana-kemari. Bis-bis saling ‘bantai’, menggaet ‘sewa’ (baca:penumpang). Udara pagi itu sudah tak segar lagi. Asap-asap knalpot belepotan ke mena-mana. Aku seperti dijejali racun. Sabar… pikirku. Aku berharap bis yang kutunggu segera tiba.

Alih-alih memikirkan udara kotor, aku alihkan saja pandangan ku. Seperti biasa aku memulai mengobservasi orang-orang sekitar. Haha… ber-ubahlah aku seketika menjadi psikolog amatiran. Memperhatikan raut wajah orang dan menerka apa yang sedang mereka rasakan atau pikirkan, merupakan hal menyenangkan loh.

Di depan ku itu ada seorang perempuan. Anak kuliahan gitu deh. Aku lihat sedari tadi ia menelepon. Asik banget deh kayaknya. Bertelepon-ria ia sambil tersenyum-senyum, dan kadang terbahak-bahak. Untung saja ga bikin se-isi halte heboh. Entah siapa yang sedang ia telepon, mungkin pacar atau sahabat karibnya. Sekarang sudah 15 menit berlalu dan ia masih asik ngobrol (kayaknya lebih deh). Read More »